Senin, 13 Juli 2015

Sebuah harap

Sebuah harap untuk mu wahai peri
Terlalu sering kau diam dan menyimpannya sendiri
Kau bukan lumbung padi yang  mampu menyimpan semua padi
Jangan terlalu memaksa untuk menahan dan bertahan
Jangan takut untuk memulai dan berucap agar kau tak menyesal di hari depan

Apa kau terlalu takut dengan kesalahan yang sama bila kau bercerita dan berbuat?
Tak usah terlalu mempersalahkan diri sendiri sehingga kau tak bisa keluar dan memilih menyimpan sendiri
Berulang kali ku bilang jadilah bijak dan dewasa
Berceritalah dan ungkapkanlah apa yang kau rasa dan inginkan
Jangan korbankan bahagia mu sendiri atau bahkan sampai kau hempaskan bahagia orang lain yang menyayangi mu

Peri
Ku tak ingin kau menangis lagi
Tak ingin mata mu merah dan pipi mu basah karena air yang kau ciptakan sendiri
Peri
Harusnya kau sekarang sudah bisa terbang dengan senyuman bahagia
Harusnya sayap mu sudah sangat kuat untuk membawa mu terbang dan melindungi mu

Peri
Bila kau ijinkan
Ijinkan aku merawat sayap mu
Menopang badan mu
Menjaga dan menemani mu terbang bersama
Sebuah harap yang tertulis ini akan terjadi atau tidaknya menjadi nyata semua ada ditangan mu sendiri
Sama seperti dulu akau hanya bisa menunggu dan berdoa buat peri ini agar dia bisa berucap dan berbuat sesuai keinginannya sendiri
Kau harus dan pantas bahagia

Aris rock
14/071088
Semarang "myRock room"

Rasa Ini

Tersimpan dalam ruang hampa menanti titik sinar
Termenung terdunduk meringkuk saja bertahan dengan segala goresannya

Seperti debu pada sela-sela menumpuk bukan berkurang tapi bertambah
Terlihat dan tau tapi tak pernah ingin membersihkannya
Menghilangkanya pun tak pernah terpikirkan

Seperti rumput muda bertemu sinaran matarahi terbit
Tumbuh pelan-pelan saja takut nanti akan dipotong kenyataan

Ku tak berharap lebih akan hari esok dan nanti
Ku jalani hari yang ada dengan seberguna mungkin untuk masa depan
Hanya berdoa, berusaha dan bersyukur yang ku lakukan 

Ku tau jalan ini terjal, berat, dan panjang
Tapi sekarang beda, ku lebih yakin bisa menjalaninya dengan tangan Tuhan ku yang menuntunku

Kujaga rasa ini seperti yang ku bilang dulu
Tak mudah menjaga rasa ini tapi selama ini bisa masih terjaga pada tempatnya yang dia cari sendiri
Jangan tanya kenapa rasa ini seperti ini
Tuannya pun cuma bisa menjawab dengan satu kalimat mungkin ini yang dinamakan cinta yang hakiki 


Rasa yang menunggu untuk disambut
Rasa yang selalu berharap untuk dibalas
Rasa yang ingin berjalan berdua sampai akhir hayat
Rasa yang menanti untuk dimiliki oleh pemiliknya

Bahagiapun sudah ku rasa sekarang
Apalagi nanti bila ingin ku dan rasa ku juga sejalan dengan mu
Tuhan ijinkan ku seperti doa yang naikan kepada mu
Kalo bukan dengan MU ku meminta dengan siapa lagi ku harus meminta
Terbukalah jalan dan mari kita satukan rasa dan tujuan kita dalam NamaNya tak ada yang tidak mungkin jika kita percaya
Semoga engkau juga berdoa dan bercerita yang sama seperti ini denganNya 

Aris rock
12/07/2015
Semarang "myRock room"

Bercerita lagi

Sekian waktu berlalu tak tersapa oleh nama dan tulisan mu.

Tapi rasa yang tersimpan rapi pada ruang yang ku tak tau namanya masih selalu bergetar dan berbisik tentang diri mu.

Ini tak dapat ku lawan atau ku tahan dengan kesadaranku.

Biarkan saja semau rasa ini seperti apa dan menjadi apa.

Pada waktu ini rasa ini ingin bercerita keluar lagi setelah dia terdiam anggun dikursi goyang berbalut duri.

Cerita yang belum tentu indah diakhir tapi terasa menunduk lesu diawal karena pertanyaan lama yang terus menghujani tanpa ada pelangi yang mengakhiri.

Haruskah aku bercerita lagi tentang dia? Dia yang selalu diam?

Atau ku patahkan pena ini agar tak bisa menulis lagi dan ku tali lidah ini agar tak mampu lagi bercerita tentang dia? Sampai giliran dia yang membuka mulut dan menggoreskan penanya.

Apa harus aku tarik lagi rasa ini dari tempat istirahatnya untuk berusaha mendapatkan jawabanya dan mengusahakannya lagi? Berharap pada keajaiban.

Yang aku tau pasti tak akan pernah aku selesai bila bercerita tentang mu walau aku paksa sekeras apapun.

Yaaa...yaa... Ku tau pasti kau hanya terdiam dengan senyum simpul mu saja dari dulu sampai sekarang yang lebih menyayat dibading sejak dari dulu kau hempaskan ku dari awal.

Sampai diam mu itu berubah menjadi pelangi dalam hujan tanya ku, rasa ini akan terus bercerita dan bercerita lagi. Karena ternyata rasa ini pun tak ingin berubah dan tak bisa dirubah.




Aris Rock

27/05/2015

Semarang

Jika kau baca ini

Jika kau baca ini ada yang harus aku tau dari pertanyaan-pertanyaan ku selama ini.

Mungkin semua tak berubah atau hanya berubah sedikit

Aku masih seperti terikat batin seperti dulu

Selama ini hanya ku pendam saja

Tapi beberapa hari-hari dekat ini lewat aku sering mendengar nama mu lagi

Bukan ingin ku dan bukan kehendak ku

Terbuka kembali lembaran-lembaran cerita yang sudah ku tutup

Berterbangan seperti ribuan kupu-kupu warna-warni dan hitam putih yang lepas dari cangkangnya

Berceceran laksana darah merah segar yang keluar dari kelopak mawar

Pipi mulai dingin dengan air yang tak sadar sejak kapan dia disana

Rindu?

Lebih dari itu

Cinta?

Tuhan kita yang tau

Penasaran?

Pasti

Kenapa kau asingkan ku dari diri mu?
Kenapa kau seakan menghindar dari ku?
Apa ada yang masih belum kau sampaikan pada ku?
Atau aku punya dosa pada mu?
Ceritakan apa yang harus aku tau tentang semua ini.

Seperti yang kau bilang dulu

Sekarang akan tetap sama dengan yang dulu

Tak berharap banyak atau lebih dari ini

Cukup menjawab semua yang kabur ini biar menjadi jelas buat ku

Dan biar semua berjalan tanpa ada jangkar besar yang masih menancap dan terseret-seret

Aku juga ingin hidup tanpa pertanyaan dan menjalani hidup ku tanpa jangkar itu

Jangan diam seperti dahulu

Ku tau sekarang kau lebih dewasa

Jangan memendam seperti dahulu

Ku tau sekarang kau lebih bijaksana

Tenang dan biarkan sisi dalam mu berbicara tanpa kau batasi lagi

Aris Rock

Semarang, 07/05/2015