Sekian waktu berlalu tak tersapa oleh nama dan tulisan mu.
Tapi rasa yang tersimpan rapi pada ruang yang ku tak tau namanya masih selalu bergetar dan berbisik tentang diri mu.
Ini tak dapat ku lawan atau ku tahan dengan kesadaranku.
Biarkan saja semau rasa ini seperti apa dan menjadi apa.
Pada waktu ini rasa ini ingin bercerita keluar lagi setelah dia terdiam anggun dikursi goyang berbalut duri.
Cerita yang belum tentu indah diakhir tapi terasa menunduk lesu diawal karena pertanyaan lama yang terus menghujani tanpa ada pelangi yang mengakhiri.
Haruskah aku bercerita lagi tentang dia? Dia yang selalu diam?
Atau ku patahkan pena ini agar tak bisa menulis lagi dan ku tali lidah ini agar tak mampu lagi bercerita tentang dia? Sampai giliran dia yang membuka mulut dan menggoreskan penanya.
Apa harus aku tarik lagi rasa ini dari tempat istirahatnya untuk berusaha mendapatkan jawabanya dan mengusahakannya lagi? Berharap pada keajaiban.
Yang aku tau pasti tak akan pernah aku selesai bila bercerita tentang mu walau aku paksa sekeras apapun.
Yaaa...yaa... Ku tau pasti kau hanya terdiam dengan senyum simpul mu saja dari dulu sampai sekarang yang lebih menyayat dibading sejak dari dulu kau hempaskan ku dari awal.
Sampai diam mu itu berubah menjadi pelangi dalam hujan tanya ku, rasa ini akan terus bercerita dan bercerita lagi. Karena ternyata rasa ini pun tak ingin berubah dan tak bisa dirubah.
Aris Rock
27/05/2015
Semarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar