Senin, 13 Juli 2015

Rasa Ini

Tersimpan dalam ruang hampa menanti titik sinar
Termenung terdunduk meringkuk saja bertahan dengan segala goresannya

Seperti debu pada sela-sela menumpuk bukan berkurang tapi bertambah
Terlihat dan tau tapi tak pernah ingin membersihkannya
Menghilangkanya pun tak pernah terpikirkan

Seperti rumput muda bertemu sinaran matarahi terbit
Tumbuh pelan-pelan saja takut nanti akan dipotong kenyataan

Ku tak berharap lebih akan hari esok dan nanti
Ku jalani hari yang ada dengan seberguna mungkin untuk masa depan
Hanya berdoa, berusaha dan bersyukur yang ku lakukan 

Ku tau jalan ini terjal, berat, dan panjang
Tapi sekarang beda, ku lebih yakin bisa menjalaninya dengan tangan Tuhan ku yang menuntunku

Kujaga rasa ini seperti yang ku bilang dulu
Tak mudah menjaga rasa ini tapi selama ini bisa masih terjaga pada tempatnya yang dia cari sendiri
Jangan tanya kenapa rasa ini seperti ini
Tuannya pun cuma bisa menjawab dengan satu kalimat mungkin ini yang dinamakan cinta yang hakiki 


Rasa yang menunggu untuk disambut
Rasa yang selalu berharap untuk dibalas
Rasa yang ingin berjalan berdua sampai akhir hayat
Rasa yang menanti untuk dimiliki oleh pemiliknya

Bahagiapun sudah ku rasa sekarang
Apalagi nanti bila ingin ku dan rasa ku juga sejalan dengan mu
Tuhan ijinkan ku seperti doa yang naikan kepada mu
Kalo bukan dengan MU ku meminta dengan siapa lagi ku harus meminta
Terbukalah jalan dan mari kita satukan rasa dan tujuan kita dalam NamaNya tak ada yang tidak mungkin jika kita percaya
Semoga engkau juga berdoa dan bercerita yang sama seperti ini denganNya 

Aris rock
12/07/2015
Semarang "myRock room"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar